Friday, 6 December 2013

Ia Yang Bernama Sunyi...



Hingga sunyipun sampai di beranda…
Yang bertahun menjadi seka segala air mata…
Tertumpah….
Bagaimanapun derasnya……

Aku terkapar dalam dusta-dusta merupa tegar…
Mengundang cenayang laksana durjana…
Kehabisan asa….
Sendirian….


Terkenang wajah-wajah pelita…
Mun tak kuasa melipur…

Bergetar mayang dilukiskan pelupuk mata…
Mun air mata yang tumpah…

Wahai Engkau pemilik segala apa…
Aku menyerah padamu…
Pada sunyi yang Kau kirim…
Lewat kelopak-kelopak senja…
Lewat tetes demi tetes embun awal hari…
Aku tak mampu menyerupa batang-batang kekar ditengah belantara sunyi…
Tak mampu jua ku menandingi gulung demi gulung ombak menantang cakrawala…

Akhirnya pada sunyi yang kini bersemayam…
Padanya kupeluk Lintang buah hatiku…
Agar tak tercabik rahang-rahang sepi…
(Mataram, 29/11/13)